Candi Budha Terbesar di Dunia - Ok para pengunjung sekalian, selamat datang sebelumnya saya ucapkan kepada Anda semua yang telah berkenan untuk berkunjung ke blog saya. Ini adalah blog saya tentang info pariwisata dan ini merupakan postingan yang pertama. Postingan pertama kali ini saya akan membahas tentang objek wisata yang letaknya tidak jauh dari rumah saya. Ya, objek wisata yang akan saya bahas kali ini adalah Candi Borobudur. Mungkin kebanyakan dari Anda sudah pernah berkunjung ke tempat ini, tempat yang pernah menjadi catatan dunia sebagai tujuh keajaiban dunia. Bersama dengan Ka'bah di Makkah, menara Eiffel di Paris, Colloseum di Roma, Menara Pizza di Italia, Taj Mahal di India dan juga Tembok Raksasa di China. Sangat membanggakan Indonesia tercatat sebagai negara yang mempunyai objek wisata keajaiban dunia. Ok, langsung saja kita bahas tentang Candi Borobudur.
Candi Borobudur Candi Budha Terbesar di Dunia
Candi Borobudur satu dari 7 keajaiban dunia - Patut dipahami, kalau Candi Borobudur terletak di Magelang, bukan di Yogyakarta sebagaimana kebanyakan orang berpikiran. Kalau dicermati memang Magelang dan Yogyakarta letaknya sangat berdekatan. Namun secara administrasi kedua wilayah ini memiliki pemerintahan yang berbeda. Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Kira - kira 1 jam dari Yogyakarta atau 2 jam dari Semarang. Candi ini menurut cerita dibangun oleh Dinasti Syailendra pada tahun 800-an Masehi. Candi Borobudur sempat terkubur selama berabad-abad, dan kembali ditemukan pada masa penjajahan Inggris tahun 1811-1816 yaitu kala pemerintahan Thomas Stamford Raffles. Melalui penelitian yang dilakukan pembantu Thomas Raffles, yaitu peneliti asal Belanda yang bernama HC Cornellius. Penelitian HC Cornellius ini dilakukan selama dua bulan dengan dibantu beberapa anak buahnya. Namun karena halangan adanya ancaman longsor penelitian ini pun dihentikan. Kemudian diteruskan oleh Hartmann, seorang peneliti pemerintahan Hindia Belanda. Hartmann dianggap berjasa karena pada tahun 1835 Candi Borobudur bisa terlihat seluruh bangunannya. Candi Borobudur sempat beberapa kali direnovasi, bahkan pada tahun 1985 Candi terbesar ini terkena serangan bom. Nah kalau berbicara dari segi histori, memang sangat panjang ceritanya . Dikarenakan blog ini bukan blog sejarah, maka kita kembali ke tema pembahasan mengenai wisatanya.
Struktur Candi Borobudur
Candi Borobudur tersusun atas 3 pilar utama. Ketiga pilar ini mempunyai struktur dan makna yang berbeda.
1. Kamadhatu Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian kaki asli yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 160 panel cerita Karmawibhangga yang kini tersembunyi. Sebagian kecil struktur tambahan di sudut tenggara disisihkan sehingga orang masih dapat melihat beberapa relief pada bagian ini. Struktur batu andesit kaki tambahan yang menutupi kaki asli ini memiliki volume 13.000 meter kubik.
2. Rupadhatu Empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Panjang relief seluruhnya 2,5 km dengan 1.212 panel berukir dekoratif. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk atau relung dinding di atas pagar langkan atau selasar. Aslinya terdapat 432 arca Buddha di dalam relung-relung terbuka di sepanjang sisi luar di pagar langkan. Pada pagar langkan terdapat sedikit perbedaan rancangan yang melambangkan peralihan dari ranah Kamadhatu menuju ranah Rupadhatu; pagar langkan paling rendah dimahkotai ratna, sedangkan empat tingkat pagar langkan diatasnya dimahkotai stupika (stupa kecil). Bagian teras-teras bujursangkar ini kaya akan hiasan dan ukiran relief.
3. Arupadhatu Berbeda dengan lorong-lorong Rupadhatu yang kaya akan relief, mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Pada pelataran lingkaran terdapat 72 dua stupa kecil berterawang yang tersusun dalam tiga barisan yang mengelilingi satu stupa besar sebagai stupa induk. Stupa kecil berbentuk lonceng ini disusun dalam 3 teras lingkaran yang masing-masing berjumlah 32, 24, dan 16 (total 72 stupa). Dua teras terbawah stupanya lebih besar dengan lubang berbentuk belah ketupat, satu teras teratas stupanya sedikit lebih kecil dan lubangnya berbentuk kotak bujur sangkar. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Rancang bangun ini dengan cerdas menjelaskan konsep peralihan menuju keadaan tanpa wujud, yakni arca Buddha itu ada tetapi tak terlihat.
Itu tadi informasi yang bisa saya sajikan mengenai objek wisata yang ada di Jawa Tengah, yaitu Candi Borobudur. Sudah pernahkan ke sana? Jika belum, segeralah untuk travelling ke sana bersama orang-orang terdekat Anda. Semoga artikel "Seputar Candi Borobudur Magelang" bisa menambah wawasan bagi Anda dan menambah pengetahuan tentang budaya Indonesia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar